JUDUL

fb twitter banner promo

close
Banner iklan disini

MENU HORIZONTAL

Jumat, 04 Mei 2012

MOTIVASI DALAM ORGANISASI

Motivasi Dalam Organisasi

Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan atau menggerakan. Motivasi (motivation).dari pengertian itu maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya motivasi adalah dorongan yang menggerakan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan tertentu.
Dalam kehidupan, motivasi memiliki peranan yang sangat penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia,supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal ( Hasibuan 2001 :141). Tanpa adanya
motivasi dalam diri seseorang maka dapat dipastikan bahwa orang itu tidak akan bergerak sedikitpun dari tempatnya berada.

Begitupun dalam dunia kerja, motivasi memegang peranan penting dalam usaha pencapaian tujuan suatu organisasi,sehebat apapun recana yang telah dibuat oleh manajemen apabila dalam proses aplikasinya dilakukan oleh orang orang (karyawan) yang kurang atau bahkan tidak memiliki motivasi yang kuat maka akan menyebabkan tidak terealisasinya rencana tersebut. Dibawah ini merupakan definisi motivasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli:

     Flipo dalam Hasibuan ( 2001 : 143 ) mendefinisikan bahwa”Direction or motivation is essence, it is a skill in aligning employee and organization interest so that behavior result achievement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives. (motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai).


    Sperling dalam Mangkunegara (2005 : 93). mengemukakan bahwa “ Motive is defined as a tendency to activit, started by a drive and ended by an adjustment. The adjustment is said to satisfy the motive”. (motiv didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan di dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. (Penyesuaian diri dikatakan untuk Memuaskan motiv).


   Berelson dan Stainer dalam Koontz,O’Donnell, Weihrich (1993:124). mendefinisikan sebagai berikut : Istilah motip sebagai suatu keadaan di dalam diri seseorang (inner state) yang mendorong, mengaktifkan, atau menggerakan (karenanya motivasi) ,dan yang menggerakan atau menyalurkan prilaku ke arah tujuan ,dengan kata lain “Motivasi adalah istilah umum yang mencakup keseluruhan golongan dorongan, keinginan, kebutuhan, dan daya yang sejenis.


Dengan menyatakan bahwa para manejer memotivasi bawahan berarti mereka melakukan hal hal yang diharapkan dapat memuaskan dorongan dan keinginan tersebut sehingga menimbulkan dorongan bagi bawahan untuk bertindak sesuai dengan yang diinginkan.


    Koontz, O’Donnell, Weihrich (1993:115&117) sendiri menyatakan bahwa: Motivasi merupakan sutu rantai reaksi yang diawali dengan adanya kebutuhan yang menimbulkan keinginan atau upaya mencapai tujuan yang selanjutnya mencapai tensi (ketegangan ) (yaitu keinginan yang belum terpenuhi yang kemudian menyebabkan timbulnya tindakan yang mengarah kepada tujuan dan akhirnya memuaskan keinginan Ia juga mengatakan bahwa Motivasi mengacu pada dorongan dan upaya untuk memuaskan suatu keinginan atau tujuan.


   Vroom dalam Koontz, O’Donnell , Weihrich (1993:124) mengemukakan bahwa: Motivasi seseorang ke arah tindakan pada suatu waktu tertentu ditentukan oleh antisipasinya terhadap nilai dari hasil tindakan itu (Baik negatif maupun positif) yang digandakan oleh harapan orang yang bersangkutan bahwa hasil tersebut akan mewujudkan tujuan yang diinginkan.


   Gibson,Ivancevich,Donnelly (1996 : 185) menyatakan bahwa Motivasi merupakan konsep yang kita gunakan untuk menggambarkan dorongan dorongan yang timbul pada atau dalam seorang individu yang menggerakan dan mengarahkan prilaku.


    Hani Handoko (2003 :252)yang mengartikan Motivasi sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.


     (Robbin,2003 :208)Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai manusia termotivasi oleh kebutuhan yang dimilikinya hal ini sejalan dengan Pendapat Robin yang mengemukakan bahwa Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. 


      (Baron dalam Mangkunegara 2005 : 93).Mendefinisikan Bahwa’ Motivasi adalah merupakan proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasisecara optimal (Sulistiyani dan Rosidah 2003 : 58). Motivasi dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri (drive arousal)

MOTIVASI YANG HARUS DIBENTUK DALAM PERUSAHAAN

Motivasi berasal dari dalam diri maupun luar diri seseorang. Memotivasi diri apalagi memotivasi orang lain atau bawahan bukanlah pekerjaan yang mudah. Rutinitas pekerjaan sering dialami sebagai kejenuhan mendalam yang dapat menurunkan motivasi berprestasi. Hal ini diperparah pula dengan kondisi kerja yang tidak mendukung. Dalam memotivasi seseorang maupun bawahan di dalam perusahaan, manajer atau pimpinan berhadapan dengan dua hal yang mempengaruhi orang dalam pekerjaan yaitu kemauan dan kemampuan. Kemauan dapat diatasi dengan pemberian motivasi, sedangkan kemampuan dapat diatasi dengan mengadakan diklat. Motif cenderung menurun kekuatannya apabila sudah terpenuhi atau terhambat pemenuhannya. Pemuasan terhadap suatu kebutuhan terhambat dan orang itu kemudian putus asa (frustrasi). Tetapi ada pula yang ulet untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil.

Dalam pengertian yang lebih umum Hoy dan Miskel (1987) mengemukakan motivasi mengacu pada proses menentukan pilihan seorang individu di antara berbagai bentuk aktivitasnya yang bersifat sukarela. Dalam hubungan ini Luthans (1981) menyatakan bahwa motivasi dapat berarti kebutuhan, keinginan maupun dorongan. Bertolak dari hal-hal di atas, jelaslah motivasi memegang peranan penting dalam bekerja di suatu perusahaan. Orang yang bermotivasi tinggi akan berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan tugasnya sehingga mencapai hasil yang maksimal.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar